INFO BEASISWA UI
| Kemahasiswaan UI |
|
| Siapa bilang semua orang Indonesia suka telat? |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Tuesday, 29 April 2008 | |
|
Siapa bilang
semua orang Indonesia suka telat?
oleh Bani Sara
Fatimah
Ada
cerita menarik dari seseorang yang sangat menepati waktu. Saat itu, Nana
berjalan menuju halte bus yang selalu mengantarnya ke sekolah pada jam yang
sama seperti hari-hari biasanya. Akan tetapi, kali ini ada sedikit masalah. Nana
ketinggalan bus. Dua langkah lagi, dia yakin busnya pasti berhenti. Karena
sopir bus tidak melihat ada penumpang yang akan menaikinya, maka bus tersebut terus
melaju melewati halte. Peristiwa ini terjadi ketika Nana sedang menjalani
masa-masa petukaran pelajarnya di Jepang.
Begitulah di sana, betapa segala
sesuatunya berjalan dengan begitu rapinya. Telat beberapa detik saja Nana sudah
tertinggal dari bus yang akan mengantarnya ke sekolah. Sedikit menyesal mungkin,
tapi hal ini membuat dirinya semakin menghargai waktu.
Sedari
kecil memang sudah ditanamkan oleh orangtua Nana untuk menepati waktu agar tidak
menyusahkan orang lain. Nana menggunakan kalimat “Lebih baik menunggu daripada
ditunggu.” Sebagai pedomannya dalam menyikapi komitmen terhadap waktu. Pada
umumnya, menunggu adalah pekerjaan yang paling tidak disukai oleh seseorang,
namun ditunggu lebih tidak meyenangkan buat Nana. Menurutnya, jika kita
terlambat maka kita akan membuat pekerjaan
lainnya menjadi terhambat. Misalnya, dalam suatu rapat karena ketelatan beberapa
menit itu maka kegiatan dalam rapat tersebut akan tidak berjalan dengan
semestinya, dan akan mengacaukan sedikit banyak agenda yang sudah disusun
sedemikian rupa.
Nana
adalah salah seorang yang jarang ditemui di Indonesia. Seumur hidupnya dia
tidak pernah terlambat masuk sekolah hingga kuliah. Kuncinya adalah niatan yang
sudah tertanam dalam dirinya untuk tidak telat. Keterlambatan seseorang
disebabkan karena orang sudah berpikir untuk telat. Setiap orang berpikir bahwa
jika dia datang lebih awal maka dia akan menyianyiakan waktunya untuk menunggu
keterlambatan. Kuncinya ada dalam diri kita masing-masing. Keikhlasan menjadi
modal yang sangat penting untuk mengawali sebuah perubahan.
Seharusnya
kita berprasangka baik terhadap setiap permasalahan yang ada, bukannya saling
menyalahkan. Jika semua orang berpikir untuk tidak telat, bisa diasumsikan kita
dapat menghilangkan kebiasaan buruk yang telah menjadi julukan bagi orang
Indonesia. Siapa bilang semua orang Indonesia suka telat? Suatu saat akan ada
Nana-Nana yang baru yang akan sangat menghargai waktu dan menghilangkan cap
jelek ‘jam karet’ bagi orang Indonesia.
|
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 24 May 2008 ) |
| Berikutnya > |
|---|














